Emang ce,,, kalo pergi pake mobil pribadi tu pancen nyaman. Tapi,,, gimanapun juga, kalo menurutku masih belum bisa nyaingi asiknya bepergian pake angkutan umum (mulai dari becak, mikrolet, bis, sampe kereta. <untuk yg dua terakhir, terutama yang kelas ekonomi>).
Well,,, seru,,,aja poko’e, pas lihat berbagai macam bentuk manusia dengan segala tingkah polahnya. Ketemu ma macem-macemnya padagang asongan, pengamen, peminta sumbangan sampe para penumpang <mulai dari yang berpenampilan sangat biasa sampai yang sangat luar biasa>. Yah,, itulah wajah-wajah manusia Indonesia raya tercintah,,,
Btw tentang pedagang asongan kayaknya seru tuh. Well,,, bicara ttg pedagang asongan, sekedar info ye, pedagang asongan itu dapat dibedakan bardasarkan : 1) komoditas dagangnya; 2) cara menawarkan komoditas dagangannya. (WARNING!! : info ini, info versinya diriQ sendiri, jadi sangat mungkin nggak penting sekali)
Kelompok pertama pedagang asongan yang menjual :
- kacang2an, kripik, camilan2 dan makanan ringan lainnya
- telur puyuh, manisan, onde2 dan makanan berat lainnya
- nasi (bungkus, pecel, dsb. Yang ini ngetren kalo di kereta api. Nek di bis nggak ada)
- berbagai jenis minuman (sinom, aqua <walopun mereknya bukan melulu AQUA> baik itu yang kemasan gelas maupun botol, softdrink, minuman isotonik <Mizon, dkk>), kalo di kereta ada juga minuman seduh instan <mulai dari kopi, susu, the dkk> yg ini penjualnya biasanya bawa termos keliling gerbong kereta)
- permainan anak kecil & permen2 mulai dari berbentuk wajar sampe yg nggak wajar (nek lihat itu kadang sampe miris lihat makanan yang diperuntukkan bwt anak kecil tersebut)
- Pernik-pernik asesoris & peralatan sehari2 (topi, sabuk, korek api, sisir, gunting kuku, dkk lah,,,
- Bentuk2 komoditas lain yang tidak tersebutkan.
Kelompok kedua, pedagang asongan yang cara menjualnya:
- model menjajakan dari kursi ke kursi ala sales yang mati2an menbujuk konsumen supaya membeli komoditasnya. Ada yang biasa aja, ada juga yang dengan senewen dan sedikit mekso. (nah untuk yang terakhir inilah yang biasanya cocok bwt terapi melatih kesabaran dan empati, hehe,,,). Wes to,,, poko’e kalo orang masih bisa tersenyum ketika menghadapi yg satu ini <walopun mungkin dg mekso senyum>, ntu udah dapet nilai ‘B’ ajah di MatKul Pengendalian diri. (skedar info: mata kuliah satu ini kay’e cuman da di Fakultas Pembelajaran Universitas Kehidupan)
- membagikan komoditas dagangnya, rata ke seluruh konsumen (dengan harapan si calon pembeli bisa mengamati dengan seksama komoditas tersebut, sehingga diharapkan dapat memunculkan suetu ketertarikan untuk membeli). Kalopun ndak diamati dengan seksama, minimal menjadi objek lirikan-sekilas lah sebelum akhirnya ditinggal merem pura2 ngantuk, biar dianggap sah ketika tidak menghirakan si penjual. Setelah penjual mebagikan komoditasnya semenit dua menit ia menunggu, sebelum akhirnya ia mengambili lagi komoditas2 dagang tersebut dari pangkuan masing-masing penumpang.
Seru. Seru banget. Bisa ngamati mereka. Para penjual nasi bungkus di kereta, dg obrolannya yg seru tentang naeknya harga sembako sampai harga spp sekolah anak yang juga semakin meningkat seiring dg meningkatnya harga sembako (lha! Nyambung kah?). Dan lain-lain. Dan lain-lain. Bagi yang belum merasakan, selamat mencoba dan menikmati serunya dunia…