Feeds:
Posts
Comments

well,, program pertamaQ dah jalan euy. walopun masih 50%, tapi gpp. seneng bgt rasane punya teman2 dan adek2 seperjuangan yang ‘Nggak-Ade-Matinye’. besok itu hari kedua pelatihan jurnalistik yang di adakan by para Insighter. hari pertama ini bisa dikatakan lumayan lah,,,

semoga aja apa yg tak dapat dan apa yg di dapat oleh tmn2 di pelatjur ini, benar2 bisa bermanfaat.

Love?

 

Love,,,

That can not be spoken about,,,

Love is so beautiful,,,

No one can be blind to it

 

Love is so powerful,,,

No one can’t escape from it

 

Love is so silent

No one can’t but respond to it

 

Love is so affectionate

No one can’t forget it

 

Love is so caring

No one is beyond it

 

Love is so protective

No one can say a NO to it!

 

Love is so unique,,,

No one can be placed instead of it

 

Love is so friendly

No one can’t but have it

 

Love is so personal,,,

No reason can win over it

 

Love is so optimistic,,,

No count down can run in it

 

Love devotional,,,

No one is taught about it

 

Love is reliable

No one can break it

Love is so blind,,,

No enemy, we can have in it

 

Love is so funny,,,

No topic is specific to it

 

Love is so aggressive,,,

No one can’t but obey it

 

Love is so romantic

No words can describe it

 

Love is so adventurous

Nothing is impossible to it

 

Love is so lasting

Nothing is a problem to it

BUT,,,

Love can be DesTrUCTIVE???

YES!!!

 

Love of Nation

Love of Revenge

Love of Experiment

Love of Sport

Love of Status

Love of Religion

Love of Power

Love of Money

Love of Unlimited freedom

 

We canot go on like this,,,

Because…!

It will never end,,,

 

Love can’t be anything

It isto be re-defined

Love is not something,,,

Extreme,,,

OR,,,

Not two extremes,,,!

 

Love is always middle path

U can’t in cline to any sides,,,

I’ts perfect balance,,,!

 

We MUST LEARN to Love,,,

akhirnya euforia itu mereda juga. setelah dewi fortuna tak berpihak pada tim bulutangkis Indonesia di perhelatan akbar Thomas dab Uber Cup 2008. Yup, as we know, tim Indonesia belum bisa bercokol di puncak perhelatan akbar ini.

Bukan kekecewaan atau penyesalan yang ingin aku sampaikan, melainkan sebuah rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya bwt tim bulu tangkis Indonesia yang nggak ada matinya. khususnya bagi Tim Uber Indonesia yang telah membuktikan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai lawan yang berat bagi China. thank’s so much. Tetep CHAYO!!! bwt tim bulu tangkis Indonesia,,,!!!

semoga sukses untuk pertandingan di OLIMPIADE BEIJING beberapa bulan mendatang, dan chayo juga u/ Thomas dan Uber Cup 2010.

semoga luapan euforia kemaren nggak cuman luapan euforia yang mereda bersama dengan berakhirnya sebuah perhelatan. semoga semangat nasionalisme itu akan tetap subur dalam hati typ manusia Indonesia, demi kemerdekaan Indonesia yang SEBENARNYA.

(weleh, weleh, weleh,,, ngomomg opo to nduk,,, nduk!)

have no title yet!

Hey kawan, apa yang ada di kepalamu saat kau mendengar kata “HITAM”?

 

***

 

“Halo adek,,, duh lucunya,,, namanya siapa?, salim yuk sama kakak”.

Anak kecil itu mengulurkan tangannya sembari menyunggingkan senyuman manisnya.

“lho kok,,, pake tangan kiri,,, tangan yang kanan sayang,,,”

Anak kecil itu diam sejenak. Menampakkan wajah bingung penuh tanda tanya. Ada pertanyaan yang ia belum tau bagaimana mengungkapkannya. Kembali ia tersenyum dan mengganti uluran tangan kirinya dengan tangan kanan.

“Hitam”, ia menyebutkan satu kata itu

“hem,,,? Hitam?, nama kamu hitam?”, orang dewasa itu yang ganti merasa heran.

“em,,, nama yang unik yak, unik sekali,,,”, dia tersenyum. Ada yang aneh pada mimik mukanya.

Namun lagi-lagi anak kecil itu hanya membalas dengan senyuman. Dibalik senyuman itu ia mencoba menangkap ada apa dengan mimik muka itu. Jika ia dapat mengungkapkan secara lugas apa yang ada di kepalanya saat itu, ia sebenarnya ingin berkata,

“ah, senyuman yang sama seperti orang-orang kebanyakan”.

ia tak tau apa maksud mimik muka yang seperti, dan ia kembali tersenyum

‘,,,’

Tell me the way 2 ‘down 2 eart’. Be closer with the truth of reality Teach me how 2 learn. For understanding manythings around. Yes u do. U teach my brightness. Force me to see n to look at the amazing n cruel world, all at once.

so much thaks yak!.

           Emang ce,,, kalo pergi pake mobil pribadi tu pancen nyaman. Tapi,,, gimanapun juga, kalo menurutku masih belum bisa nyaingi asiknya bepergian pake angkutan umum (mulai dari becak, mikrolet, bis, sampe kereta. <untuk yg dua terakhir, terutama yang kelas ekonomi>).

Well,,, seru,,,aja poko’e, pas lihat berbagai macam bentuk manusia dengan segala tingkah polahnya. Ketemu ma macem-macemnya padagang asongan, pengamen, peminta sumbangan sampe para penumpang <mulai dari  yang berpenampilan sangat biasa sampai yang sangat luar biasa>. Yah,, itulah wajah-wajah manusia Indonesia raya tercintah,,,

Btw tentang pedagang asongan kayaknya seru tuh. Well,,, bicara ttg pedagang asongan, sekedar info ye, pedagang asongan itu dapat dibedakan bardasarkan : 1) komoditas dagangnya; 2) cara menawarkan komoditas dagangannya. (WARNING!! : info ini, info versinya diriQ sendiri, jadi sangat mungkin nggak penting sekali)

 

Kelompok pertama pedagang asongan yang menjual :

-         kacang2an, kripik, camilan2 dan makanan ringan lainnya

-         telur puyuh, manisan, onde2 dan makanan berat lainnya

-         nasi (bungkus, pecel, dsb. Yang ini ngetren kalo di kereta api. Nek di bis nggak ada)

-         berbagai jenis minuman (sinom, aqua <walopun mereknya bukan melulu AQUA> baik itu yang kemasan gelas maupun botol, softdrink, minuman isotonik <Mizon, dkk>), kalo di kereta ada juga minuman seduh instan <mulai dari kopi, susu, the dkk> yg ini penjualnya biasanya bawa termos keliling gerbong kereta)

-          permainan anak kecil & permen2 mulai dari berbentuk wajar sampe yg nggak wajar (nek lihat itu kadang sampe miris lihat makanan yang diperuntukkan bwt anak kecil tersebut)

-         Pernik-pernik asesoris & peralatan sehari2 (topi, sabuk, korek api, sisir, gunting kuku, dkk lah,,,

-         Bentuk2 komoditas lain yang tidak tersebutkan.

 

Kelompok kedua, pedagang asongan yang cara menjualnya:

-         model menjajakan dari kursi ke kursi ala sales yang mati2an menbujuk konsumen supaya membeli komoditasnya. Ada yang biasa aja, ada juga yang dengan senewen dan sedikit mekso. (nah untuk yang terakhir inilah yang biasanya cocok bwt terapi melatih kesabaran dan empati, hehe,,,). Wes to,,, poko’e kalo orang masih bisa tersenyum ketika menghadapi yg satu ini <walopun mungkin dg mekso senyum>, ntu udah dapet nilai ‘B’ ajah di MatKul Pengendalian diri. (skedar info: mata kuliah satu ini kay’e cuman da di Fakultas Pembelajaran Universitas Kehidupan)

-         membagikan komoditas dagangnya, rata ke seluruh konsumen (dengan harapan si calon pembeli bisa mengamati dengan seksama komoditas tersebut, sehingga diharapkan dapat memunculkan suetu ketertarikan untuk membeli). Kalopun ndak diamati dengan seksama, minimal menjadi objek lirikan-sekilas lah sebelum akhirnya ditinggal merem pura2 ngantuk, biar dianggap sah ketika tidak menghirakan si penjual. Setelah penjual mebagikan komoditasnya semenit dua menit ia menunggu, sebelum akhirnya ia mengambili lagi komoditas2 dagang tersebut dari pangkuan masing-masing penumpang.

 

Seru. Seru banget. Bisa ngamati mereka. Para penjual nasi bungkus di kereta, dg obrolannya yg seru tentang naeknya harga sembako sampai harga spp sekolah anak yang juga semakin meningkat seiring dg meningkatnya harga sembako (lha! Nyambung kah?). Dan lain-lain. Dan lain-lain. Bagi yang belum merasakan, selamat mencoba dan menikmati serunya dunia…

Inilah tulisan penulis kepala kosong. Yup, kosong melompong. Hanya ada sampah.

Parahnya, timbunan sampah itu sulit sekali untuk di keluarkan. So, kepala kosong hanya sebuah ironi. Kepala kosong tapi bersisi sampah.

 Terkadang aku ingin sekali merasakan kepalaku benar-benar kosong. Tapi rasanya keinginan itu nggak akan pernah terwujud.

 Merasakan apa yang dipikir, dan memikirkan apa yang dirasa. Apa bedanya?. Pasti ada bedanya. Yang pasti ada satu persamaan yang dimiliki keduanya. Keduanya sama-sama menghasilkan sampah.  Sampah, sampah, sampah. Ingin sekali aku merongsokkan semua sampah di kepalaku. Mendaur ulangnya. Dan menjadikannya lebih cantik dan sedikit wangi.  Beberapa kali aku mencoba memuntahkanya. Dengan usaha yang lumayan menguras energi tentunya. Tapi beberapa kali pula yang keluar adalah sampah mentah. Belum terdaur ulang. Dan masih berbau busuk. Arrgh,,,!!!.

Suatu hari mas sepupuku pernah bercerita padaku tentang anak laki-laki temenya. Ceritanya seperti ini:

“ eh aku tuh punya konco kuliah dulu, sekarang dia udah punya anak cowok, lucu banget”, mas ku mengawali ceritanya.

“oya”, responQ singkat, sambil mengipaskan koran ke wajahQ. Maklum siang itu di toko plastiknya masQ udaranya panas banget.

“pernah ada cerita yang menggelikan dari arek cilik iki, nek ingat cerita iku, jadi geli aku dibuatnya”.

“emang ceritanya gmn?”, tanyaku penasaran.

“Jdi kan gini. Waktu itu si anak iki masih umur sekitar 5 kalo g’ 6 tahunan. Lha suatu hari dia ini untuk pertama kalinya diajak bapaknya sholat jumat di masjid sekitar rumahnya. Setibanya di masjid, khotbah jumat udah mulai. Awalnya seh biasa aja, tapi pas anak itu ngeliat khotib, yang kebetulan pada waktu itu pakai pakaian yang serba putih, sedang ceramah, tiba-tiba anak iki berhenti. Diem ditempat. Lha bapak’e kan akhirnya heran toh, “lho dek kenapa berhenti”, tanya si bapak. dan kamu tahu apa yang keluar dari mulut si anak kecil iki?, si anak iki nyeletukin perntanyaan yang tak di sangka dan di duga,

“ ayah, ayah, itu tah, Tuhannya?”sambil nunjuk khotib yang ada di mimbar jumat. Dan si ayah (yang kebetulah telah jadi dosen) Cuma bisa tercengan mendengar pertanyaan anaknya itu.”

            Well, entahlah cerita diatas ntu masuk ke cerita lucu ato g, aku sendiri belum mengkategorikannya. Entahlah apa yang ada dipikiran anak kecil tsb waktu itu. Hemh,,, pertanyaan tentang Tuhan keluar dari bocah berumur 5-6 taun, wajar memang. Dan mungkin kita dulu, pas anak-anak, juga punya pertanyaan2 semacam itu. Namun, semakin kita dewasa apakah kita udah benar-benar mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang Tuhan yang kita yakini?. Apakah kita masih terus gigih menggali tentang hal-hal tersebut?.  Atau mungkin muncul dlam pikiran kita bahwa itu cuman pertanyaan-pertanyaan masa anak-anak yang nggak penting?. Setiap orang punya jawaban masing-masing.

            Memang benar apa yang dikatakan pak Hernowo dalam serial Smart Booknya yg edisi ketiga, bahwa Tuhan tuh Misteri paling agung dan paling tinggi dalam kehidupan. Lantas gimana ketika manusia memasuki wilayah yang ditempat itu sso harus mencari Tuhan?. Mungkin satu kalimat yang bisa dijadikan bekal. Kata-kata yang udah berusia sekian belas abad. Kata-kata dari Rumi itu bilang, “Barang siapa mengetahui dirinya, niscaya dia pun akan mengetahui Tuhannya”.

            Ya Allah, sudahkah aku benar-benar mengenal diriku, sehingga hal itu akan mengantarkan aku untuk memasuki berbagai tanda yang mengarahkanku menagenaliMu?. Allah,,, Guide Me me7 jalanMu untuk semakin mengenalMu.

???

Just wanna know who it was.
was it as I guess?.
was that real you?.
was that real U?
I didn’t know who u Are.
But my feeling said it.
I didn’t know, was that real u?
 
was that real U?
Would U mind to let me know who u are?

Kalah

 

Kalah

Helvy Tiana Rosa

 

Ketika saya merasa kalah, benarkah ssungguhnya saya telah kalah? Memangnya apa hakikat kalah hingga seseorang yakin bahwa dirinya telah kalah?.

Itulah pertanyaan yang sering saya ulang-ulang dalam diri saya ketika suatu saat saya merasa kalah. Tapi betulkah saya telah kalah? Dan betulkah mereka yang saya anggap menang telah menang? Lalu apa sebenarnya yang disebut menang?.

Saya pun mulai membaca tentang kekalahan dan kemenangan di dunia ini dalam ragamcuac dan akhirnya menyimpulkan sesuatu:

Ketika kau masih bertemu pagi, Helvy,

dan kau putuskan untukberdiri menghadapi,

berjuang dengan hati di jalan illahi,

bukan demi dirimu sendiri.

Maka saat itu, Helvy

kau telah mengakhiri hari

dengan satu lagi kemenangan sejati

 

Saya pun tercenung dalam dan mengerti, bahwa ternyata saya tak pernah benar-benar kalah, meski mungkin belum sampai menang.”

 

 

« Newer Posts - Older Posts »